Profil Organisasi
Informasi lengkap tentang BKPRMI Aceh
Sejarah BKPRMI
Dokumen tersedia untuk diunduh.
Unduh DokumenSejarah BKPRMI Aceh
Pasca berdirinya organisasi Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPMI) pada September 1977, sosialisasi organisasi ini digencarkan ke seluruh penjuru Nusantara. Di Aceh, upaya sosialisasi tersebut dilakukan oleh para pejabat Departemen Agama Wilayah Aceh dengan mengusung semboyan semangat kebangkitan Islam melalui gerakan memakmurkan masjid.
Dalam catatan sejarah, H. Zaini Yusuf tercatat sebagai Ketua BKPMI Aceh pertama yang didampingi oleh Sekretaris Sulaiman Isa. Pada periode awal ini, BKPMI berkembang sebagai gerakan dakwah yang lahir dari sinergi para pegawai Departemen Agama Aceh dengan para aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh. Aktivitas organisasi saat itu berpusat di Baiturrahman Matematika Course, yang berlokasi di samping Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Memasuki periode berikutnya, ketika BKPMI berubah nama menjadi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) pada tahun 1993, dinamika gerakan organisasi mulai menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Pada masa ini, peran Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (LPPTKA) semakin menguat melalui program Gerakan Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dengan metode Iqra. Metode ini mendapat sambutan luas dari masyarakat Aceh dan mendorong tumbuhnya Taman Pendidikan Al-Qur’an di berbagai daerah, mulai dari Kepulauan Banyak di Aceh Singkil, Alafan di Kabupaten Simeulue, hingga Iboh di Kota Sabang.
Pada masa kepemimpinan T. Hasanuddin sebagai Ketua Umum BKPRMI Aceh, organisasi ini menggagas program pemberdayaan masyarakat berkelanjutan yang dikenal dengan Perkampungan Kerja Remaja Masjid. Program tersebut pertama kali dilaksanakan di Anoi Itam, Sabang, pada akhir tahun 1999. Kegiatan ini kemudian terus berlanjut di berbagai daerah, dengan puncak pelaksanaan Perkampungan Kerja pada Agustus 2004 di Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.
Pasca bencana tsunami Aceh, pada tahun 2006 Aceh dipercaya menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (MUNAS) BKPRMI. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi BKPRMI Aceh, karena untuk pertama kalinya beberapa kader terbaik Aceh dipercaya masuk dalam jajaran pengurus pusat BKPRMI. Sejak saat itu, semangat pengkaderan semakin menguat. Sebanyak tujuh kader BKPRMI Aceh mengikuti Training of Trainers (TOT) Kaderisasi BKPRMI Regional Sumatera dan kemudian dipercaya menjadi instruktur kaderisasi BKPRMI tingkat nasional.
Memasuki era kepemimpinan Habib Said Aldi Al Idrus di tingkat DPP BKPRMI, BKPRMI Aceh turut menyesuaikan kurikulum kaderisasi organisasi serta mengembangkan berbagai lembaga yang berada di bawah naungan BKPRMI, tidak hanya berfokus pada LPPTKA semata. Gerakan ini juga diiringi dengan penguatan struktur organisasi hingga ke tingkat unit-unit Remaja Masjid. Dengan langkah tersebut, keberadaan BKPRMI semakin dirasakan manfaatnya oleh umat, khususnya dalam membina generasi muda Islam yang berakar dari masjid.
Struktur Organisasi
Dokumen tersedia untuk diunduh.
Unduh DokumenAD/ART
Dokumen tersedia untuk diunduh.
Unduh DokumenPedoman Organisasi
Pedoman organisasi BKPRMI
Pengakuan Negara
Pengakuan Negara BKPRMI Aceh