Pendidikan & Dakwah
Jumat, 10 April 2026
Waspadai Futur yang Menggerogoti Amal Tanpa Disadari!
Fenomena ini tidak hanya menimpa mereka yang baru hijrah, tetapi juga orang-orang alim dan para penuntut ilmu yang telah lama mendalami agama.

Banda Aceh – Momentum Idulfitri kerap menjadi titik balik spiritual bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Namun, menjaga konsistensi atau istiqamah setelah Lebaran bukanlah perkara mudah. Demikian uraian pembuka khutbah Jum'at H Zikran Amnar, Lc., M.A. Direktur Al-Qur’an Language Center.
Dalam khutbah Jumat di Masjid Baiturrahmah Gampong Keramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, pada 10 April 2026, Zikran Amnar mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah agar tidak tergerus oleh rasa malas atau futur.
Dalam penyampaiannya, khatib menjelaskan bahwa setiap orang yang beribadah kepada Allah SWT pasti akan mengalami fase futur, yakni kondisi menurunnya semangat dalam beribadah.
"Fenomena ini tidak hanya menimpa mereka yang baru hijrah, tetapi juga orang-orang alim dan para penuntut ilmu yang telah lama mendalami agama," sebut," sang khatib.
Bahkan, lanjutnya, kondisi futur juga pernah dialami oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia mencontohkan kisah sahabat Hanzalah yang merasa imannya menurun ketika kembali dari majelis Rasulullah SAW ke aktivitas duniawi. Hal ini menunjukkan bahwa naik turunnya iman adalah sesuatu yang manusiawi.
Zikran menegaskan bahwa penyebab futur di antaranya adalah sifat dasar manusia yang tidak luput dari kesalahan. Hati manusia juga sangat mudah berubah-ubah, sehingga iman pun bisa naik dan turun. "Iman akan meningkat dengan amal saleh, namun dapat menurun akibat perbuatan maksiat dan dosa," ulas Ketua Pembina Yayasan Baabul Huffadz Walqurro tersebut.
Untuk itu, Zikran mengajak jamaah untuk memahami pentingnya menjaga kualitas iman dengan berbagai upaya nyata. Di antaranya adalah senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan keteguhan hati dalam beribadah, serta menjalankan amal saleh sesuai dengan kemampuan masing-masing tanpa memaksakan diri.
Selain itu, khatib juga mengingatkan pentingnya kecerdasan spiritual dalam memantau kondisi iman, termasuk dengan memilih lingkungan pergaulan yang baik. Teman yang saleh diyakini dapat memberikan pengaruh positif dalam menjaga konsistensi ibadah seseorang.
"Tidak kalah penting, umat Islam diimbau untuk tidak meremehkan dosa-dosa kecil, karena jika terus dilakukan dapat menumpuk dan merusak hati. Mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat serta memiliki rutinitas ibadah harian juga menjadi kunci agar tidak mudah terjerumus dalam futur," ungkap Mantan Wakil Rektor III Institut Darul Qur'an Jakarta.
Sebagai penutup, Zikran kembali mengajak jamaah untuk senantiasa mengingat kematian serta memperbanyak membaca kisah-kisah inspiratif dan keutamaan amal (fadhail a’mal). Dengan demikian, diharapkan semangat beribadah tetap terjaga dan istiqamah pasca Ramadan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Kategori:Pendidikan & Dakwah