Kembali ke Berita
Pendidikan & Dakwah
Kamis, 26 Maret 2026

Ramadhan Berlalu, Imam Ajak Jamaah Istiqamah dalam Ibadah Sepanjang Tahun

Ramadhan telah pergi, namun semangat ibadah tidak boleh ikut berlalu. Justru di bulan Syawal ini, kita dituntut untuk meningkatkan kualitas keimanan melalui konsistensi dalam beribadah,

Ramadhan Berlalu, Imam Ajak Jamaah Istiqamah dalam Ibadah Sepanjang Tahun
Bagikan:
Banda Aceh — Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan khutbah Jumat di Masjid Taqwa Gampong Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, Jumat (27/3/2026). Dalam khutbahnya, Imam Masjid Syekh Abdur Rauf Blang Oi Banda Aceh, Didi Wahyudi, mengingatkan jamaah agar tetap menjaga semangat ibadah meski bulan suci Ramadhan telah berlalu.

Di hadapan jamaah yang memadati masjid, khatib menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap muslim yang beriman dan beramal shalih. Berbagai amalan yang dilakukan selama bulan tersebut, mulai dari puasa, shalat berjamaah, hingga memperbanyak doa dan sedekah, menjadi bekal berharga untuk kehidupan selanjutnya.

“Ramadhan telah pergi, namun semangat ibadah tidak boleh ikut berlalu. Justru di bulan Syawal ini, kita dituntut untuk meningkatkan kualitas keimanan melalui konsistensi dalam beribadah,” ujar Didi Wahyudi dalam khutbahnya.

Ia menjelaskan, istiqamah atau keteguhan dalam menjalankan kebaikan menjadi kunci utama meraih ketakwaan. Mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Ahqaf ayat 13, ia menyebutkan bahwa orang-orang yang tetap istiqamah tidak akan merasa takut maupun bersedih hati.

Lebih lanjut, khatib juga mengingatkan pentingnya menjaga kontinuitas amal ibadah, meskipun dalam jumlah kecil. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, jamaah diajak untuk menjaga shalat fardhu lima waktu secara berjamaah, sebagaimana kebiasaan yang telah terbangun selama Ramadhan. Selain itu, amalan sunnah seperti shalat rawatib, tahajud, witir, dhuha, serta dzikir pagi dan petang juga diharapkan tetap menjadi rutinitas.

“Masjid yang ramai di bulan Ramadhan jangan sampai kembali sepi. Jadikan rumah Allah ini tetap hidup dengan ibadah dan lantunan ayat suci Al-Qur’an,” pesannya.

Khatib juga menyinggung keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal yang memiliki pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai bentuk kelanjutan ibadah pasca Ramadhan.
Selain ibadah ritual, Didi Wahyudi turut menekankan pentingnya menjaga kebiasaan baik dalam kehidupan sosial, seperti bersedekah, membantu fakir miskin, serta peduli terhadap anak yatim. Menurutnya, nilai-nilai kepedulian yang tumbuh selama Ramadhan harus terus dipelihara.

Di akhir khutbah, ia mengajak jamaah untuk menjaga lisan dan perilaku, menjauhi perkataan dusta, caci maki, serta hal-hal yang tidak bermanfaat. Ia menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara perjalanan menuju akhirat masih panjang dan membutuhkan bekal ketakwaan.

Khutbah tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh jamaah mampu mempertahankan semangat ibadah dan menjadikan Ramadhan sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih bertakwa. (*)