Kembali ke Berita
Pendidikan & Dakwah
Jumat, 3 April 2026

Prof. Agus Sabti : Umat Islam harus kembali pada nilai nilai Al Qur'an

Kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal. Salah satu ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah yang konsisten, serta menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui akhlak yang mulia

Prof. Agus Sabti : Umat Islam harus kembali pada nilai nilai Al Qur'an
Bagikan:
Banda Aceh - Di tengah suasana panas Kota, dari mimbar Jum’at Masjid Al Hidayah Gampong Perada, Banda Aceh, Khatib Prof. Dr. Ir. Tgk. Agus Sabti, MSi menyampaikan pesan yang menggugah kesadaran jiwa. Sebuah seruan tulus agar umat Islam tidak lagi menempatkan ibadah sekadar sebagai rutinitas, melainkan sebagai kebutuhan utama dalam kehidupan. 

Dengan penekanan pada pentingnya peningkatan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT, Guru Besar USK mengajak jamaah untuk membangun hubungan spiritual yang lebih dalam, sehingga setiap langkah hidup senantiasa berlandaskan iman dan bernilai ibadah.

"Kehidupan dunia hanyalah sementara, sementara kehidupan akhirat adalah tujuan yang kekal. Salah satu ciri orang bertakwa adalah mereka yang mampu menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah yang konsisten, serta menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui akhlak yang mulia," sebut Agus Sabti dalam khutbah yang berlangsung 3 April 2026. 

Ketakwaan, lanjut Agus Sabti, tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual, tetapi juga dari bagaimana seseorang mampu menahan diri dari perbuatan yang dilarang.
Dalam khutbahnya, Ketua Hippqah Aceh  juga menyoroti pentingnya kejujuran dan amanah dalam kehidupan sehari-hari.  

"Berbagai persoalan sosial yang terjadi saat ini banyak disebabkan oleh hilangnya nilai kejujuran dan tanggung jawab. Oleh karena itu, umat Islam harus kembali menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman utama,"nasehatnya.

Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup. Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan umat.

Khatib juga menyinggung pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terpecah belah oleh perbedaan pendapat, karena perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan umat.

Selain itu, beliau mengajak jamaah untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Kepedulian ini merupakan bagian dari implementasi keimanan yang nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Di bagian akhir, khatib menegaskan bahwa setiap amal yang dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap individu harus senantiasa memperbaiki diri dan memperbanyak amal saleh.

"Jamaah agar tidak lalai dengan kehidupan dunia yang bersifat sementara, serta selalu mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dengan memperbanyak ibadah dan amal kebajikan,"tutupnya. (*)