Kembali ke Berita
Pendidikan & Dakwah
Jumat, 15 Mei 2026

Kendalikan Amarah, Memaafkan Lebih Baik.

Kendalikan Amarah, Memaafkan Lebih Baik.
Bagikan:
Banda Aceh - Khutbah Jumat yang berlangsung di Masjid Al Badar Kota Baru Kota Banda Aceh pada Jumat, 15 Mei 2026, mengangkat tema penting tentang pengendalian amarah sebagai ciri utama ketakwaan seorang Muslim. Dalam khutbahnya, khatib Dr. Tgk. Syahminan MAg mengajak jamaah untuk memahami bahwa ketakwaan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga melalui kemampuan menahan emosi dan memaafkan sesama.

Di hadapan jamaah, Tgk. Syahminan menjelaskan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 133–134 tentang orang-orang bertakwa yang mampu menahan amarah dan berbuat ihsan kepada manusia. Ia menekankan bahwa sifat “wal kazhiminal ghaizha” atau menahan amarah merupakan salah satu akhlak yang sangat mulia dan sulit diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, marah adalah naluri manusia yang wajar, namun Islam mengajarkan agar emosi tidak dilampiaskan secara berlebihan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, melainkan mereka yang mampu menguasai diri ketika marah.

Dalam khutbah tersebut, Tgk. Syahminan juga memberikan sejumlah contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti menahan emosi saat berkendara di jalan raya, menghadapi persoalan rumah tangga, hingga merespons komentar pedas di media sosial. Ia mengingatkan bahwa membalas kemarahan dengan ucapan kasar hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan dapat menghapus pahala amal ibadah di akhirat.

“Takwa diuji ketika emosi memuncak. Orang yang mampu menjaga lisannya saat marah adalah orang yang benar-benar kuat,” ujar Tgk. Syahminan di hadapan jamaah.

Ia turut menyampaikan beberapa tuntunan Rasulullah SAW dalam meredam amarah, di antaranya dengan diam, mengubah posisi tubuh, serta berwudhu. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menjadi cara efektif untuk mengendalikan emosi dan menghindari perpecahan maupun permusuhan antar sesama.

Menutup khutbahnya, Tgk. Syahminan mengajak jamaah untuk terus melatih diri menjadi pribadi yang sabar dan pemaaf. Ia menegaskan bahwa kemampuan menahan amarah merupakan kemenangan besar dalam melawan hawa nafsu dan menjadi salah satu jalan menuju surga yang dijanjikan Allah SWT. (*)