Pendidikan & Dakwah
Kamis, 26 Maret 2026
Istiqamah Pasca Ramadhan, Umat Islam Harus Konsisten Ibadah Sepanjang Waktu
Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an saja. Aktivitas sehari-hari seperti mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga termasuk bagian dari ibadah. Bahkan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan pun bernilai ibadah di sisi Allah Swt.

Jantho – Amal ibadah harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, karena hakikat penciptaan manusia untuk beribadah dan berubudiah semata-mata kepada Allah Swt. Allah tidak menghendaki apa pun dari hamba-Nya selain ketaatan, penghambaan, dan komitmen selalu berpegang teguh kepada-Nya.
Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an saja. Aktivitas sehari-hari seperti mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga juga termasuk bagian dari ibadah. Bahkan menyingkirkan sesuatu yang mengganggu di jalan pun bernilai ibadah di sisi Allah Swt.
Khadim Dayah Ribathul Ashfiya Alue Glong, Seulimeum, Tgk Muhammad Afdhal SH, akan menyampaikan pesan tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Al-Ittihadiyah, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, Jumat, 27 Maret 2026, bertepatan dengan 7 Syawal 1447 Hijriah.
Dalam khutbahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah setelah bulan Ramadhan. Seorang Muslim tidak boleh lalai dalam bersyukur dan mengagungkan Allah Swt setelah berakhirnya Ramadhan.
“Sudah seharusnya kaum Muslim menyempurnakan bilangan Ramadhan dan mengagungkan Allah atas segala petunjuk dan nikmat yang diberikan, agar menjadi hamba yang bersyukur,” ujarnya,
Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (bulan Ramadan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185).
Ia juga menambahakan hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah RA, bahwa amalan Nabi Muhammad saw dilakukan secara terus-menerus (istiqamah), tidak terbatas pada waktu tertentu saja.
Ini menjadi teladan bagi umat Islam agar senantiasa menjaga konsistensi dalam beribadah, baik di bulan Ramadhan maupun setelahnya.
“Apapun ibadah yang telah kita lakukan selama Ramadhan, hendaknya terus kita lanjutkan pada bulan-bulan berikutnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga dan Dayah Darul Mustafa Tarim ini mengingatkan nasihat Imam al-Syafi’i tentang pentingnya menjadi hamba yang berorientasi kepada Allah (rabbani), bukan hanya bersemangat pada waktu-waktu tertentu saja.
Pesan serupa juga disampaikan oleh para ulama salaf agar umat Islam tidak hanya menjadi “Ramadhani”, yakni semangat beribadah di bulan Ramadhan saja, tetapi tetap istiqamah sepanjang waktu.
Ia menegaskan, Allah Swt adalah Tuhan yang menciptakan seluruh waktu dan tempat, sehingga tidak sepatutnya seorang hamba hanya mengagungkan-Nya pada waktu atau tempat tertentu saja.
Tgk Afdhal mengajak umat Islam senantiasa merasakan kebutuhan kepada Allah Al-Mannan (Yang Maha Pemberi karunia) dan terus beribadah hingga ajal menjemput.
“Semoga Allah Swt senantiasa menganugerahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua, serta memberikan keistiqamahan dalam kebaikan setelah Ramadhan, karena Dia telah menjanjikan kebahagiaan bagi hamba-hamba-Nya yang istiqamah,” pungkasnya.(*)
Kategori:Pendidikan & Dakwah