Pendidikan & Dakwah
Jumat, 17 April 2026
Istiqamah atau Tumbang: Jalan Sunyi Menuju Surga yang Sering Diabaikan
Khatib News Masjid Kota Banda Aceh

Banda Aceh - Khutbah Jum’at yang berlangsung pada 17 April 2026, bertepatan dengan 28 Syawal 1447 Hijriah, di Masjid Al Anshar Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mengangkat tema “Keutamaan Istiqamah”. Khutbah tersebut disampaikan oleh Tgk. Muhammad Yusuf, S.Sos.I., MA, alumni Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry yang juga menjabat sebagai Imum Chik Masjid Baitushadiqien Kemukiman Baet, Aceh Besar.
Dalam khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk merenungkan pentingnya sifat istiqamah sebagai salah satu akhlak mulia yang sangat dicintai oleh Allah Swt. Ia menjelaskan bahwa secara bahasa, istiqamah berarti lurus dan konsisten, sementara secara istilah merupakan keteguhan hati dalam menjalankan kebenaran serta konsisten dalam beribadah dan beramal shaleh tanpa mudah goyah oleh keadaan.
Khatib menyoroti fenomena umum di tengah masyarakat, di mana semangat beribadah sering kali hanya muncul di awal, namun perlahan memudar seiring waktu. Padahal, menurutnya, Allah Swt sangat memuliakan hamba-Nya yang mampu menjaga konsistensi dalam kebaikan hingga akhir hayat.
Menguatkan pesannya, khatib mengutip firman Allah dalam Surah Fushshilat ayat 30 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman dan istiqamah akan mendapatkan ketenangan, perlindungan dari rasa takut dan sedih, serta kabar gembira berupa surga. Ayat tersebut menjadi penegas bahwa istiqamah adalah jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa istiqamah tidak hanya terbatas pada ibadah ritual seperti shalat dan puasa, tetapi juga mencakup konsistensi dalam menjaga akhlak, menjauhi maksiat, berlaku jujur dalam pekerjaan, serta berbuat baik kepada sesama.
Dalam menghadapi ujian hidup, orang yang istiqamah akan tetap tegar dan tidak mudah putus asa.
Khatib juga mengutip hadist Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang menyebutkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun kecil. Hal ini menunjukkan pentingnya konsistensi dalam beramal dibandingkan dengan amalan besar yang hanya dilakukan sesekali.
Selain itu, dalam Surah Al-Ahqaf ayat 13–14, Allah Swt kembali menegaskan balasan bagi orang-orang yang istiqamah, yakni terbebas dari rasa takut dan sedih, serta menjadi penghuni surga yang kekal sebagai ganjaran atas amal perbuatan mereka. Khatib mengibaratkan istiqamah seperti seorang pelari yang tidak hanya cepat di awal, tetapi mampu mencapai garis akhir dengan kekuatan yang terjaga.
Di akhir khutbah, Tgk. Muhammad Yusuf mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memperbaiki niat dan tidak mudah bosan dalam berbuat kebaikan. Ia juga mengingatkan agar setiap Muslim segera bangkit ketika terjatuh dalam kelalaian dan kembali ke jalan Allah Swt, karena pintu tobat selalu terbuka bagi hamba-Nya.
Khutbah tersebut ditutup dengan doa agar seluruh jamaah diberikan kekuatan iman, keteguhan hati, serta kemampuan untuk terus istiqamah dalam menjalankan perintah Allah Swt, sehingga termasuk dalam golongan hamba yang mendapatkan ridha dan jaminan surga. (*)
Kategori:Pendidikan & Dakwah